Pages

Banner 468 x 60px

 
Tampilkan postingan dengan label Dasar-Dasar Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dasar-Dasar Pemrograman. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 07, 2019

Percabangan (Pengkondisian)

0 komentar
  • Pengkondisian dengan if
Pengaturan alur program seringkali berdasar dari ekspresi tertentu yang menghasilkan nilai boolean. Apabila boolean bernilai true, maka blok pernyataan akan dijalankan. Pengkondisian semacam ini dapat dilakukan dengan if.
Sintaks:

if (<ekspressi boolean>)
{
<pernyataan>
}
Pernyataan di antara tanda { } akan dijalankan apabila ekpresi boolean bernilai true atau benar, sedangkan untuk ekpresi boolean terdapat didalam tanda ( ).
  • Pengkondisian dengan if dan else
Pada pengkondisian dengan menggunakan if, tidak jelas apa yang akan dilakukan apabila ekpresi boolean bernilai false. Apabila ingin memproses suatu ekpresi boolean yang bernilai false, dapat menambah else.
  • Pengkondisian dengan if dan else if
Selain if, if dan else dapat juga menggunakan kombinasi if else secara berkelanjutan. Misalnya, apabila ingin melakukan pengkondisian yang melakukan pengecekan nilai boolean sebanyak tiga kali atau lebih.
  • Pengkondisian dengan Switch
Switch digunakan untuk memilih berdasar banyak pilihan, dimana masing-masing pilihan akan menghasilkan pernyataan atau aksi yang berlainan sesuai pilihan yang dilakukan. Biasanya penggunaan switch berkaitan dengan menu, di mana apabila menu pertama dipilih, maka switch akan menjalankan blok dari case 1, lalu apabila menu kedua dipilih, maka switch akan menjalankan blok dari case 2, demikian seterusnya. Bila tidak memenuhi kriteria menu case manapun, switch akan menjalankan blok default.
Sintaks penggunaan switch adalah:
switch (<ekpresi integer>)
{
case <niali variabel>: <blok pernyataan>
break;
case <nilai variabel>:<blok pernyataan>
break;
case <nilai variabel>:<blok pernyataan>
break;
default : <blok pernyataan>
break;
}

Contoh 1
Source Code
import java.util.Scanner; 
public class IF{
public static void main (String[]args){
int Nilai;
Scanner sc = new Scanner(System.in);
System.out.print("Masukkan nilai : ");
Nilai = sc.nextInt();
if (Nilai >= 90){
System.out.println("Grade A");}
else if (Nilai >= 75 && Nilai < 90){
System.out.println("Grade B");}
else if (Nilai >=60 && Nilai < 75){
System.out.println("Grade C");}
else if (Nilai >= 45 && Nilai < 60){
System.out.println ("Grade D");}
else{
System.out.println ("Grade E");} 
}
}


Hasil

Contoh 2
Source code
import java.util.Scanner; 
public class Switch{
public static void main (String[]args){
System.out.println ("Menu siang ini");
    System.out.println ("1. Bakso");
    System.out.println ("2. Soto");
    System.out.println ("3. Rawon");

    int pilihan=0;
    Scanner sc = new Scanner(System.in);
    System.out.print("Masukkan pilihan : ");
    int Nilai = sc.nextInt();

    switch (pilihan = Nilai)
    {
        case 1 : System.out.println ("1. Bakso");
        break;
        case 2 : System.out.println ("2. Soto");
        break;
        case 3 : System.out.println ("3. Rawon");
        break;
        default : System.out.println ("pilihan tidak ada");
        break;
    }
    System.out.println ("Terima kasih");
}}

Hasil



Read more...

LOOPING

0 komentar

Perulangan (loop)

adalah suatu pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang sampai kondisi tertentu terpenuhi, juga Digunakan untuk menghasilkan perulangan sejumlah N kali yang dispesifikasikan.
Macam perulangan :
  • WHILE  // sementara
  • DO-WHILE
  • FOR

Pernyataan while

  • Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau
  • beberapa pernyataan beberapa kali. Bentuk pernyataan adalah sebagai berikut:
  • Bagian pernyataan yang mengikuti while akan dieksekusi selama ungkapan pada while bernilai benar (tidak sama dengan nol).
  • Perlu diketahui, pengujian terhadap ungkapan pada while dilakukan sebelum bagian pernyataan.
  • Oleh karena itu ada kemungkinan bagian pernyataan pada while tidak dijalankan sama sekali, yaitu kalau kondisi yang pertama kali bernilai salah.
  • Contoh Sederhana Flowchart Perulangan While :
    • Kontrol perulangan bisa diletakan sebelum atau sesudah pernyataan
    • Selama Kondisi bernilai benar, maka perulangan akan terus dilaksanakan
      Dan Pernyataan hanya dikerjakan ketika kondisi bernilai benar
    Contoh sederhana Perulangan While :

    #include <iostream.h>
    #include <conio.h>
    void main()
    {
       clrscr();
       int i;    //sebagai variabel pencacah
       i = 0;   //mula-mula diisi nilai 0
       while (i < 10) // sementara
       {
                    cout<<“Mengulang 10 Kali”<<endl;
                   i++;        //menaikkan pencacah sebesar 1
       }
       getch();
    }
    Hasilnya akan Menulang Kata Yang ada didalam Cout<<“Mengulang 10 Kali“<<endl; sebanyak 10 kali

    Pernyataan Do While :

    • Bagian pernyataan1 hingga pernyataanN dijalankan secara berulang sampai ungkapan bernilai salah (sama dengan nol).
    • Namun berbeda dengan while, pengujian dilakukan di belakang (setelah) bagian pernyataan.
    • Oleh karena itu, bagian pernyataan pada do-while minimal akan dijalankan sekali
    Contoh Sederhana Flowchart Perulangan Do While

    Contoh sederhana Perulangan Do While

    #include <iostream.h>
    #include <conio.h>
    void main()
    {   
    clrscr();   
    int i; //sebagai variabel pencacah   
    i = 0; //mula-mula diisi nilai 0   
    do   {    cout<<“C++”<<endl;     
    i++; //menaikkan pencacah sebesar 1 
     }   
    while (i < 10);   getch();}
    getch ();
    }
Read more...

Tipe Data

0 komentar
Salah satu komponen utama program adalah variabel. Variabel adalah objek di mana informasi dinamis disimpan. Ketika Anda menuliskan nama Anda saat hendak membuat account baru atau proses login ke website, nama yang Anda masukkan akan disimpan dalam variabel sebelum diproses lebih lanjut.
Tidak semua variabel memiliki karakteristik yang sama. Informasi yang dapat disimpan oleh variabel ditentukan berdasarkan jenis atau tipe data variabel terebut. Terdapat berbagai jenis tipe data dalam setiap bahasa pemrograman. Namun, kali ini kita akan melihat beberapa jenis tipe data yang umumnya ada pada hampir seluruh bahasa pemrograman. Tipe-tipe data tersebut antara lain sebagai berikut :
Tipe data Karakter (character/char)
Jenis tipe data ini hanya memungkinkan sebuah variabel menyimpan informasi sebuah single karakter, seperti huruf “P”,, “c”, “7”, atau “@”.
Tipe data String
Tipe data string ini memungkinkan variabel menyimpan informasi untaian karakter, seperti kata atau kalimat. Dalam contoh sebelumnya, nama yang Anda gunakan pada web form, informasi tersebut akan disimpan dalam variabel bertipe data string.
Tipe data Integer (int)
Jenis tipe data integer digunakan jika ingin menyimpan informasi angka (bilangan bulat) dalam variabel, tetapi bukan bilangan pecahan. Hal ini berarti nilai “7” akan menjadi nilai integer yang valid.
Tipe data Floating Point Number (float)
Jika Anda bermaksud menyimpan informasi angka dengan format pecahan atau angka desimal, floating point adalah jenis tipe data yang sesuai. Angka “65,00” secara teknis merupakan nilai bertipe floating point meskipun nilai tersebut juga dapat direpresentasikan sebagai nilai “65”. Jenis tipe data ini membutuhkan ukuran memory yang lebih besar dibandingkan jenis tipe data angka integer.
Tipe data Boolean (bool)
Jenis tipe data ini biasanya digunakan hanya untuk merepresentasikan dua kondisi, yakni nilai TRUE dan FALSE atau daatberarti bernilai 1 dan 0 atau kondisi ON dan OFF. Jenis tipe data ini merupakan jenis yang paling sederhana, teapi cukup sering digunakan dalam setiap pemrograman.
Tipe data Array
Jenis tipe data aray sering disebut juga sebagai tipe data larik. Tipe data ini pada dasarnya merupakan kumpulan sejumlah variabel bertipe data sama dengan ukuran tertentu, yang tersusun secara runtun. Ada beragam variasi dari tipe data array, bergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan. Sebagai contoh, nilai “1”, “2”, “3”, “4”, dan “5” dapat Anda simpan ke dalam variabel bertipe data array dengan ukuran aray “5” (5 buah nilai, mulai dari 1 sampai dengan 5) yang memiliki kumpulan nilai bertipe integer atau secar sederhana dapat dikatakan array of integer values.
Setiap variabel yang terdapat dalam array dapat diakses dengan menggunakan komponen indeks dari tiap-tiap variabel trseut. Namun, perlu Anda ketahui bahwa variabel pertama yang ada dalam array bukan memiliki indeks 1, melainkan indeks 0. Menyimpan nilai-nilai tersebut ke dalam variabel bertipe data array akan memudahkan kit untuk melakukan manipulasi terhadap setiap data yang ada dalam array tersebut. perlu diketahui bahwa jenis tipe data string sebenarnya merupakan kumpulan variabel bertipe karakter atau bisa dikatakan array of characters.
Read more...

Sabtu, Januari 05, 2019

Pengenalan Materi

0 komentar


Dasar-dasar pemrograman komputer



Instruksi harus diberikan kepada komputer agar dapat memecahkan suatu masalah. Langkah-langkah yang dilakukan untuk memberikan instruksi kepada komputer untuk memecahkan masalah inilah yang dinamakan pemrograman komputer. Pemrograman komputer bukanlah hal yang sederhana. Kegiatan ini memerlukan ketelitian dan kemauan untuk bekerja dalam jangka waktu yang lama.


1. Pemrograman komputer


Dalam komunikasi sehari-hari seorang harus berbicara dalam bahasa yang sama dengan orang tersebut. Hal ini berlaku juga untuk berkomunikasi dengan komputer. Kita harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer untuk memberikan suatu instruksi. Pada dasarnya komputer adalah sebuah mesin digital, artinya komputer hanya mengenal kondisi adanya arus (dilambangkan sebagai angka 1) atau tiadanya arus (dilambangkan sebagai angka 0). Dengan kata lain sandi 1 dan 0 harus digunakan untuk melakukan pemrograman. Sandi tersebut dikenal sebagai bahasa mesin. Kita dapat membayangkan bagaimana sulitnya menggunakan bahasa mesin sebagai bahasa pemrograman..


Karena bahasa mesin sangat sulit maka muncul ide untuk melambangkan untaian sandi 1 dan 0 dengan singkatan kata yang mudah dipahami manusia. Sebagai contoh dalam prosesor Intel terdapat perintah 0011 1010 0000 1011. Perintah dalam bahasa mesin ini artinya sama dengan perintah assembly CMP AL, 0D yang artinya bandingkan nilai register AL dengan 0D. CMP sebenarnya adalah singkatan dari compare. Dapat dilihat disini bahwa perintah tersebut lebih mudah dipahami dibandingkan dengan urut-urutan bilangan biner seperti tersebut diatas.


Pemrograman dengan basa assembly untuk banyak orang masih dirasakan terlalu sulit. Karena hal tersebut akhirnya dikembangkan suatu bahasa pemrograman yang lebih yang lebih mudah digunakan. Bahasa pemrograman ini menggunakan bahasa generasi ketiga atau disingkat 3GL, biasa juga disebut sebagai high-level language. Contoh dari bahasa ini adalah bahasa Basic, Pascal, C, C++, COBOL, dsb.


Bahasa generasi ketiga biasanya menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris karena bahasa inggris merupakan bahasa internasional. Sebagai contoh anda dapat menuliskan perintah berikut dalam bahasa Pascal . Sebagai contoh :

writeln(‘Hallo’); {Pascal}

printf(“Hallo”); // C

cout << “Hallo” << endl; // C++

ketiga pernyataan diatas bertujuan sama yaitu menuliskan teks “Hallo” ke keluaran standar biasanya ke layar komputer.


Ketiga perintah sederhana diatas sebenarnya terdiri dari puluhan atau mungkin ratusan pernyataan assembly. Perangkat lunak yang menterjemahkan program dalam bahasa yang mudah dipahami manusia ke dalam bahasa mesin dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu compiler atau interpreter.


Interpreter menerjemahkan program baris per baris, artinya jika suatu baris akan dieksekusi maka baris tersebut harus diterjemahkan terlebih dahulu kedalam bahasa mesin. Apabila baris berikutnya akan dieksekusi maka baris tersebut baru diterjemahkan ke dalam bahasa mesin. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan interpreter adalah Basic.


Compiler akan menterjemahkan menterjemahkan semua perintah kedalam bahasa mesin kemudian menjalankan hasil terjemahannya. Hasil terjemahan, untuk selanjutnya disebut sebagai binary file, ini disimpan dalam file atau memori. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan compiler adalah adalah Pascal, C, dan C++


Perkembangan bahasa pemrograman tidak hanya sampai pada generasi ketiga saja. Ada generasi lanjutan bahasa pemrograman yaitu 4GL (fourth generation language). Bahasa ini banyak digunakan untuk pengembangan aplikasi database. Salah satu contohnya adalah SQL (structured query language). Pada bahasa ini perintah yang diberikan lebih manusiawi misalnya : “Select Name, Address from Employee” untuk mengambil data Nama dan Alamat dari tabel Karyawan.


2. Langkah-langkah dalam pemrograman komputer


Dalam melakukan suatu kegiatan, siapapun memerlukan langkah-langkah yang harus dilalui. Demikian juga dengan pemrograman komputer. Urut-urutan langkah yang disajikan disini tidak bersifat mutlak artinya tidak harus melakukan dari langkah pertama, kedua dan selanjutnya. Ada beberapa langkah yang mungkin atau harus diulang sampai beberapa kali. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pemrograman komputer :


  1. Mendefinisikan masalah. Langkah pertama ini sering kali tidak dilakukan oleh banyak pemrogram. Begitu mendapat perintah untuk membuat suatu program, mereka langsung menulis programnya tanpa mendefinisikan masalahnya terlebih dahulu. 
  2. Menentukan solusi. Setelah masalah didefinisikan dengan jelas, masukan apa yang diberikan sudah jelas, keluaran apa yang diinginkan sudah jelas, langkah selanjutnya adalah mencari jalan bagaimana masalah tersebut diselesaikan. Apabila permasalahan terlalu kompleks, biasanya kita harus membaginya ke dalam beberapa modul kecil agar lebih mudah diselesaikan.

Sebagi contoh, program untuk menghitung invers matriks, dapat dibagai menjadi beberapa modul kecil. Modul pertama adalah meminta masukan dari pengguna berupa matriks bujursangkar. Modul kedua adalah mencari invers matrik yang dimasukkan pengguna. Modul terakhir adalah menampilkan hasilnya kepada pengguna. Modul-modul tersebut dikenal juga segai sub routine.


  1. Memilih algoritma. Langkah ini merupakan salah satu langkah penting dalam pemrograman komputer. Pemilihan algoritama yang salah akan menyebabkan program tidak dapat berjalan dengan baik. 
  2. Menulis program. Pada langkah ini program harus benar-benar dituliskan pada komputer untuk memecahkan masalah yang diberikan. Untuk menulis program sangat disarankan untuk menggunakan bahasa generasi ketiga atau keempat. Penulisan program dengan menggunakan bilangan biner atau dengan assembly akan sangat sulit. 
  3. Menguji program. Setelah program selesai ditulis, program tersebut harus diuji. Pengujian meliputi : keberhasilan kompilasi, keberhasilan output dan keberhasilan pemecahan kasus. 
  4. Menulis dokumentasi. Hal ini biasanya dilakukan bersamaan dengan menulis program. Artinya pada setiap baris program , atau setiap beberapa baris program dilakukan penulisan komentar. Dokumentasi merupakan hal yang sangat penting.Dokumentasi diperlukan terutama pada saaat akan melakukan perubahan program atau membaca program yang sudah ada. Komentar-komentar oendek pada program biasanya sudah cukup. Namun akan lebih baik jika dituliskan pada file terpisah untuk kemudian dicetak diatas kertas bilamana perlu. 
  5. Perawatan. Langkah ini dilakukan setelah program selesai dibuat dan sudah digunakan oleh pengguna. Hal yang paling sering terjadi disini adalah munculnya bug yang sebelumnya tidak terdeteksi. Atau mungkin juga pengguna ingin menambahkan fisilitas baru. Apabila hal seperti ini terjadi harus dilakukan revisi terhadap program.


3. Algoritma


Meskipun pada penjelasan diatas algoritma hanyalah bagian dari 7 langkah dalam pembuatan program, namun ia memiliki posisi yang teramat penting. Algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika. Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita juga menggunakan algoritma untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh untuk menulis surat diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :


  1. Mempersiapkan kertas dan amplop 
  2. Mempersiapkan alat tulis 
  3. Mulai menulis. 
  4. Memasukkan kertas ke dalam amplop. 
  5. Pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat tersebut.

Langkah-langkah dari nomor 1 sampai dengan nomor 5 di atas itulah yang disebut dengan algoritma. Jadi sebenarnya kita menggunakan algoritma baik dengan sadar maupun tanpa kita sadar.

Dalam banyak kasus, algoritma yang dilakukan tidak selalu berutan seperti diatas. Kadang-kadang harus memilih dua atau beberapa pilihan. Sebagai contoh jika kita ingin makan, kita harus menentukan akan memasak sendiri atau dirumah makan. Jika kita memilih untuk makan dirumah makan kita akan menjalankan algoritma yang berbeda jika kita ingin memasak sendiri. Didalam pemrograman hal tersebut dikenal sebagai percabangan.

Dalam kasus lain lagi mungkin kita harus melakukan langkah-langkah tertentu beberapa kali Sebagai contoh, saat kita menulis surat, sebelum memasukkan kertas ke dalam amplop, mungkin kita harus memeriksa apakah surat tersebut sudah benar atau belum. Jika belum benar berarti kita harus menyisihkan kertas baru untuk memperbaiki surat tersebut. Demikian seterusnya sampai surat yang dibuat sesuai dengan yang diharapkan. Hal seperti ini disebut sebagai pengulangan.


4. Contoh algoritma untuk memecahkan masalah matematika


Misalkan kita ingin menghitung luas lingkaran dari masukan berupa jari-jari lingkaran Rumus luas lingkaran adalah :

Luas = R2

Maka algoritma untuk menghitung luas lingkaran adalah :


  1. Masukkan R 
  2. Pi = 3.14 
  3. Luas = Pi * R * R 
  4. Tulis Luas

Perhatikanlah bahwa tanda = berarti merupakan pemberian nilai kepada variabel-variable yang berada disebelah kiri. Sebagai contoh untuk baris kedua, nilai 3.14 diberikan pada variable Pi. Berikutnya nilai Pi * R * R diberikan kepada variabel Luas.


Baris pertama dari algoritma diatas meminta masukkan dari pengguna berupa jari-jari lingkaran yang disimpan pada variabel R. pada baris kedua nilai disimpan pada variabel dengan nama Pi. Baris ketiga menghitung luas lingkaran dengan rumus R2 atau yang dituliskan Pi * R * R. Luas lingkaran ini disimpan pada variabel Luas. Baris terakhir menuliskan luas lingkaran tersebut.


5. Urut-urutan (Sequence)

Urut-urutan atau sequence adalah rangkaian tindakan yang dilakukan secara berurut. Contoh algoritma yang diperlihatkan diatas menunjukkan program yang berurut. Untuk memudahkan memahami algoritma, diagram alur akan sangat membantu.

6. Pseudocode


Pseudocode adalah penulisan program dengan menggunakan bahasa yang kita pergunakan sehari hari. Bahasa yang digunakan bisa saja bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, C-like, Pascal-like ataupun bentuk bentuk yang lainnya. Contoh pseudococde dari algoritma diatas adalah :

Program : Menghitung Luas Lingkaran

Mulai

Masukkan nilai jari-jari kedalam variabel R

Masukkan 3.14 kedalam variabel Pi

Masukkan hasil perkalian Pi dengan R kuadrat kedalam variabel Luas

Tampilkan nilai variabel luas

Selesai

Apapun bentuk tampilan algoritma anda yang terpenting adalah logika dari program yang anda buat.


7. Percabangan dan Pengulangan


Tidak setiap program memiliki algoritma yang hanya terdiri dari urut-urutan saja. Pada kenyataannya hal tersebut tidak mungkin terjadi pada pemrograman didunia sains atau bisnis. Sebuah program selalu terdiri dari urut-urutan(sequence), percabangan (condition), dan pengulangan (repetition) . Percabangan dan pengulangan selalu dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan program yang berbentuk urut-urutan.

Percabangan adalah pemilihan kondisi untuk menentukan pernyataan mana yang akan dieksekusi selanjutnya. Sedangkan pengulangan adalah penentuan apakah suatu kondisi sudah terpenuhi untuk mengulangi atau menghentikan pengulangan eksekusi sebuah pernyataan program atau sebuah urut-urutan pernyataan program.

Kita akan mempelajari percabangan dan pengulangan setelah menguasai dengan baik penulisan algoritma secara urut-urutan (sequential).
Read more...